Pengembangan Perpustakaan Bagi Generasi Millenial
Di masa yang sudah canggih seperti ini, dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu cepat jelas berdampak secara signifikan terhadap perubahan kegiatan manusia. Salah satu yang terkena dampak dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ini adalah perpustakaan. Kondisi perpustakaan saat ini menunjukkan bahwa inovasi layanan perpustakaan mulai tumbuh berkembang secara refleksif terhadap lahirnya generasi milenial. Perpustakaan diharuskan untuk bisa menyesuaikan keinginan dan mengikuti kebutuhan para pembaca. Mulai dari sistem informasi perpustakaan hingga penambahan fitur-fitur perpustakaan. Generasi milenial cenderung memilih sesuatu yang mudah. Salah satu paradigma yang biasa pada generasi milenial adalah bahwa generasi milenial dapat mengakses informasi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga tidak perlu untuk datang ke perpustakaan.
Dengan adanya percepatan Teknologi Informasi ini seringkali kita sebagai calon pustakawan mengabaikan hal-hal yang sebenarnya dapat menjadi salah satu inspirasi bagi kemajuan Perpustakaan kedepannya. Bagaimana cara agar pemanfataan layanan Perpustakaan dapat berjalan maksimal, dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk itu. Lalu bagaimana pemanfaatan Perpustakaan dapat berjalan maksimal? Melihat banyaknya para milenial yang sangat tertarik dengan bermain social media seperti instagram,whatsapp dan lain-lain. Para milenial lebih suka menghabiskan waktu dengan membuka social media dan mencari informasi menggunakan internet, lalu bagaimana peran Perpustakaan sendiri? Apakah akan digantikan?
Tentunya agar Perpustakaan tidak tertinggal dengan kemajuan yang ada, terutama untuk milenial pengembangan dan inovasi pada Perpustakaan sangatlah penting. Seperti salah satunya yaitu pengembangan Digital Library atau perpustakaan digital yaitu suatu teknologi dimana perpustakaan yang menyimpan data baik berbentuk buku, gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protocol elektronik melalui jaringan komputer. Atau yang biasa kita kenal digital library sendiri itu mengandung pengertian sama dengan E- library dan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan para millenial adalah digital library. Bahkan di dalam suatu sistem web based learning atau virtual classroom (begitu banyak pihak menyebut sistem belajar melalui internet), tentu saja ada yang disebut virtual library.
Namun tidak hanya sampai situ penggunaan Digital Library pun harus sesuai dengan apa yang diinginkan para milenial mungkin kalau kata milenial user friendly saat melakukan pencarian Informasi di laman Perpustakaan berbasis digital. Sesuai dengan karatkter millennial yang ingin mengakses segala informasi dengan mudah, kemudahan fitur pada Perpustakaan digital juga dapat mempengaruhi para kepuasan para pengguna atau pemustaka nantinya dalam mencari informasi, artikel, buku yang mereka cari. Lalu adapun perbedaan mender mengenai Perpustakaan Digital seperti Electronic Library adalah sebuah sistem perpustakaan yang menggunakan media elektronik dalam menyampaikan informasi dan sumber daya yang dimilikinya. Media elektronik yang digunakan ini diartikan secara luas bisa melalui komputer, telepon, Internet, web, dan lain-lain. Web Catalogue atau sistem informasi perpustakaan melalui web adalah sebuah sistem informasi dan transaksi perpustakaan melalui interface berbasis web. Digital library sendiri yang sudah dijelaskan di paragraph sebelumnya adalah penggabungan dari sistem informasi perpustakaan melalui web atau pun secara elektronik dengan koleksi-koleksi dalam format digital.
Lalu ada juga E-resources sebagai salah satu
pengembangan Perpustakaan terbaik untuk millennial sebagai sumber-sumber
informasi yang valid dan terpercaya yang dapat diakses oleh seluruh civitas
academicanya. Salah satunya melalui jurnal-jurnal dan buku ilmiah baik dari
dalam maupun luar negeri. Kekurangan-nya, jurnal dan buku ilmiah tersebut akan
sangat mahal jika ingin diakses secara personal. Oleh karena itu, biasanya para
Perpustakaan memberikan fasilitas untuk mengakses jurnal dan e-book secara
gratis bagi para pustakawannya terutama pada Perpustakaan Universitas yang
biasa kita temukan. Sekiranya begitu opini saya beserta beberapa data dan
gambar yang bisa saya lampirkan yang saya tuangkan dalam artikel ini, tentu nya
saja kita tau bahwa perkembangan teknologi akan selalu berubah maka dari itu
baik para Pustakawan atau para Petinggi Perpustakaan diperuntukkan untuk selalu
upgrade diri agar tetap selalu dapat mengikuti Perkembangan baik bagi diri
sendiri dan Perpustakaan.
Komentar
Posting Komentar